Jumat, 13 Januari 2012

Aku dan Perasaan ini



              Tentangmu; selalu ada rindu di dalamnya. Meskipun pandanganku masih terhalang oleh kabut yang menyelimuti dingin. Tapi cintamu begitu gagah menyibak kabut-kabut tebal itu. Hingga detik yang berjalan perlahan, sapa-sapamu menjadi bait bait paling indah dalam tiap-tiap terkaanku. Sapaanmu selalu aku idam idamkan. Dan ketika saat kata-kata itu datang, tepuk riuh bergemuruh dalam hatiku meramaikan hingga ke titik yang paling sunyi.
               
                Tentangku dan perasaan ini; Rupanya masih seperti aku menjadi samudra dan kau menjadi purnama. Rinduku yang masih rela teramuk pasang gelombang, dan cintamu yang mampu memperindah ketika tenang. Lantas, apakah aku masih harus terus mencari cari ketenangan?. Rasanya sudah tak ku perlukan, karna cintamu sudah dengan sempurna mencipta bahagia dalam hidupku. Mamun, semua itu bukan hanya sekedar bahagia yang ku harapkan, karna hidup bukan hanya sekedar warna hitam dan putih, tapi masih banyak warna yang akan aku lumati.


                Tentangmu; adalah wanita yang mencintai hujan, yang melukis rupa cinta di sela-sela rinai hujan. Membersamaimu tat kala kau palingkan kenyataan dariku bukanlah hal yang bisa aku sesalkan, karna pada dasarnya aku bukanlah seorang yang bisa merubah masa lalu untuk aku jadikan hal yang paling aku banggakan. Tersebab itulah aku lebih memilih “Diam”. Hingga pada akhirnya tanpa sengaja kenyataan itu menghantarkanku pada sesuatu yang harus aku susun ulang. Dan itu bukan masalah bagiku, karna cintaku mampu mengatasi hingga kerintik hujan kecewa yang terderas.

                Tentangku dan perasaan ini; Tatkala cintamu berguguran menjatuhi rinduku, tak ada lagi yang mampu menggeser namamu. Dan ketika aku harus berjalan diantara hujan tanpa basah. Pastilah aku bisa tak mencintaimu dengan mudah. Tapi nyatanya aku basah kuyup. Seolah tak bisa sedikitpun menghindari hujan perasaan yang bersandar padamu. Dan tentang aku; adalah seorang yang menggilai berjodoh denganmu.

                Tentangmu; berbahagialah kasih, berbahagialah saja meskipun kau harus meninggalkanku dengan kekuranganku. Dan tatkala kau tak bisa berbahagia dengan yang lainnya. maka, ulurkan tanganmu kasih, ulurkan dengan santun. Dan sentuhkan kuku-kukumu yang runcing ke dalam hatiku yang sedang sepi. Dan jika kau masih tak berbahagia denganku, maka entah dengan cara apa aku harus membahagiakanmu, Jika cintaku tak mampu menjangkau puisi-puisimu.
               
                Tentangku dan perasaan ini; pesanmu telah sampai, dan cintakupun sudah dengan sigap merawat lukamu. Hanya dalam hatiku, seluruh dinding menjelma jendela dan pintu. Membuka cinta untukmu dan menghirup harapan kau bisa berbahagia denganku. Dan sambutan itulah yang aku persiapkan untukmu. Hanya untukmu. Dalam satu waktu yang bermula, dan tak pernah ada pemisahnya. Kecuali takdir yang mendiamkan usahaku. Tapi aku yakin, cintaku tak akan pernah sia sia. Sekalipun tak ku dapatkan bahagia. Tapi aku sangat yakin, aku sangat amat bahagia bersamamu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih kunjungannya :)